← Semua tulisan

Kenapa saya mulai menulis di sini

Dua puluh tahun menjalankan bisnis IT, dan hampir tidak ada satu pun pelajarannya yang saya tuliskan. Ini upaya memperbaiki itu.

catatanpersonal

Ada satu hal yang baru saya sadari belakangan: hampir semua pelajaran penting selama saya menjalankan Mahadewa tersimpan di kepala saya sendiri, atau paling banter di grup WhatsApp yang sudah tenggelam ribuan pesan ke bawah.

Kalau besok saya berhenti, sebagian besar itu hilang begitu saja.

Yang hilang kalau tidak ditulis

Bisnis retail IT di daerah punya persoalan yang tidak akan Anda temukan di buku manajemen mana pun. Bagaimana mengatur stok ketika distributor pusat baru mengirim dua minggu sekali. Bagaimana melatih teknisi ketika perputaran orangnya tinggi. Bagaimana ikut tender pemerintah lewat e-katalog tanpa arus kas perusahaan jadi tersandera termin pembayaran.

Kami sudah melewati semua itu, berkali-kali, dengan cara yang sering kali salah dulu sebelum akhirnya benar. Tapi tidak ada satu pun yang terdokumentasi dengan layak — sehingga setiap kali ada orang baru, atau cabang baru, kami mengulangi proses belajarnya dari nol.

Tiga hal yang akan saya tulis

Operasional yang membosankan tapi menentukan. Stok, kas, SOP, KPI, pelatihan tim. Hal-hal yang tidak pernah viral tapi menentukan perusahaan bertahan atau tidak.

Membangun sistem sendiri. Belakangan saya mulai membangun aplikasi internal perusahaan dengan bantuan alat AI — sistem KPI, pengelolaan aset, otomasi laporan harian. Saya bukan programmer. Tapi jaraknya sekarang cukup dekat untuk dijangkau seorang direktur yang mau meluangkan malam. Saya akan tulis prosesnya, termasuk yang gagal.

Kegiatan dan perjalanan. Kunjungan cabang, acara, hal-hal di luar layar. Sebagian karena memang perlu didokumentasikan, sebagian karena saya ingin punya arsip sendiri.

Aturan main saya

Saya tidak berniat menulis konten motivasi. Tidak ada “5 rahasia sukses”. Yang saya tulis adalah kasus konkret dengan angka dan konteksnya, sejauh yang boleh saya bagikan.

Kalau ada yang salah dalam tulisan saya, tolong beri tahu. Saya lebih suka dikoreksi daripada dibiarkan keliru.